Pelatihan PEKERTI, Dosen Killer sudah bukan Zamannya Lagi

554

Universitas Sulawesi Barat ( Unsulbar ) menggelar pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional ( PEKERTI ) yang diikuti 60 dosen dari tujuh fakutas se Unsulbar.
Pelatihan yang dibuka Sabtu (24/12) dijadwalkan berlangsung hingga 29 Desember mendatang di aula TC Majene.
Salah satu bahasan yang menarik perhatian peserta dalam pelatihan itu tentang ‘dosen killer’, istilah yang sudah lama namun tetap menarik perhatian sampai saat ini.

” Sekarang sudah bukan zamannya lagi itu dosen killer, sekarang yang harus dikedepankan adalah komunikasi dalam pembelajaran antara dosen dengan mahasiswa,” kata salah seorang pemateri PEKERTI, prof. Sutinah Made, guru besar Unhas Makassar.

Menurut Sutinah yang juga dosen Perikanan dan Kelautan Unhas, komunikasi yang baik antara dosen dengan mahasiswa jauh lebih baik dibanding menjadi ‘ dosen killer’ dalam upaya melahirkan mahasiswa yang berprestasi.

Dari sejumlah situs di website, secara umum dosen killer seringkali didefenisikan sebagai dosen yang galak, banyak memberi tugas namun terkesan pelit memberi nilai.

Kendati meminta agar dosen – dosen muda tidak menjadi ‘dosen killer’, namun Prof Sutinah juga mengingkatkan agar dosen tetap mengedepankan disipilin kepada mahasiswa, menurutnya disiplin tidak boleh ada tawar menawar, dosen harus tegas dalam menerapkan aturan.

” Dalam proses pembelajaran kita mengedepankan komunikasi tapi dalam urusan disiplin dan pemberian nilai akhir itu tidak boleh ditawar, dosen tetap harus mengedepankan disiplin kepada mahasiswa,” tegas Sutinah dihadapan puluhan dosen Unsulbar.

Pelatihan PEKERT‭I angkatan pertama Unsulbar ini dibuka secara resmi Wakil Rektor II Anwar Sulili didampingi ketua LPPM & PM Unsulbar, Dr. Kadir Paloloang.
Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) merupakan pelatihan pengembangan profesionalisme dosen yang diselenggarakan DIKTI sejak tahun 1987 yang diperuntukan bagi dosen-dosen pemula

Selain Prof. Sutinah, hadir memberi materi di hari pertama pelatihan adalah Dr. Nasaruddin Salam yang juga mantan Wakil Rektor III Unhas serta prof. Mir Alam Beddu, dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar.

“Tugas utama dosen dalam pemberlajaran itu adalah memfasilitasi, memotivasi, memberi tutorial serta memberi umpan balik,” kata Dr. Nasaruddin Salam yang kini merupakan sekretaris Universitas Hasanuddin.

Sejumlah materi yang akan diberikan kepada peserta antara lain paradigma baru pembelajaran, desain pembelajaran, bimbingan laporan pekerti hingga metode pemberian tugas.  ( RD01)