Logo Universitas Sulawesi Barat
Beranda › Berita › PODCAST EPS. 3 RESONA SAINTEK BAHAS “PENDIDIK...

PODCAST EPS. 3 RESONA SAINTEK BAHAS “PENDIDIKAN CERDAS”, PEMANFAATAN RISET & KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN

berita
Humas UNSULBAR
04 November 2026
67 views

Humas Universitas Sulawesi Barat, MAJENE– Podcast Resona Saintek Episode 3 kembali menghadirkan diskusi seputar pengembangan pendidikan di Sulawesi Barat. Mengangkat tema “Pendidikan Cerdas”, podcast kali ini menghadirkan Jumriani, S.Pd., M.Pd., Dosen FKIP Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), bersama Indra Wulan, S.Pd., M.Pd., Guru Kimia SMAN 1 Tinambung. Kegiatan berlangsung di Studio Fakultas Kesehatan Unsulbar, 3 Oktober 2026.

Diskusi membahas pentingnya menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah, termasuk pemanfaatan teknologi dan pengetahuan lokal untuk menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual dan mudah dipahami siswa.

Dalam perbincangan tersebut, Indra Wulan menjelaskan bahwa pembelajaran kimia yang memiliki banyak konsep abstrak dapat dibuat lebih menarik melalui kegiatan praktikum yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui praktik pembuatan sabun sehingga siswa dapat memahami materi melalui pengalaman langsung.

Namun, keterbatasan fasilitas laboratorium, khususnya di wilayah dengan akses pendidikan terbatas, menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, guru dapat memanfaatkan video pembelajaran sebagai alternatif dalam menghubungkan teori dengan fenomena nyata.

Sementara itu, Jumriani memperkenalkan pemanfaatan aplikasi simulasi interaktif seperti PhET sebagai alternatif pembelajaran ketika kegiatan praktikum belum dapat dilakukan secara langsung. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai simulasi pembelajaran sains, mulai dari kimia, fisika hingga biologi.

Jumriani juga memaparkan hasil penelitian tim Unsulbar yang menghasilkan modul pembelajaran IPA berbasis etnosains dan agroindustri. Modul tersebut dikembangkan dengan mengangkat potensi lokal dari enam kabupaten di Sulawesi Barat sebagai sumber pembelajaran.

Melalui pendekatan ini, pengetahuan dan praktik yang telah lama berkembang di tengah masyarakat dihubungkan dengan konsep ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mengenali potensi dan kearifan lokal di lingkungan sekitarnya.

Melalui episode ini, Resona Saintek menegaskan bahwa pendidikan cerdas tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga perlu mengintegrasikan hasil riset, kreativitas guru, serta kekayaan pengetahuan lokal.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi Sulawesi Barat yang cerdas, adaptif, berkarakter, serta tetap mengenal akar budaya daerahnya.

Bagikan Artikel