Logo Universitas Sulawesi Barat
Beranda › Berita › Resona Saintek Podcast Bahas Inovasi Pakan Fu...

Resona Saintek Podcast Bahas Inovasi Pakan Fungsional untuk Ayam dan Itik

berita
Humas UNSULBAR
19 Oktober 2026
19 views

Humas Universitas Sulawesi Barat, Majene– Resona Saintek Podcast Episode 2 mengangkat tema hilirisasi pakan ayam dan itik dengan menghadirkan dosen Bioteknologi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Andi Baso Manguntungi, S.Si., M.Si., bersama praktisi sekaligus Sekretaris Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Majene, Umar Tayib. Podcast tersebut berlangsung di Studio Podcast Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, 6 September 2026.

Diskusi ini membahas persoalan pakan yang masih menjadi salah satu kendala utama peternak unggas di Majene. Ketergantungan terhadap pasokan pakan dari luar daerah serta tingginya biaya produksi menjadi tantangan, terutama bagi peternak ayam petelur. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pakan berbasis potensi sumber daya lokal agar peternak dapat lebih mandiri.

Umar Tayib menjelaskan, peternak masih menghadapi kesulitan memperoleh pakan dengan harga terjangkau. Karena itu, pengembangan produksi pakan secara mandiri dan penyediaan wadah distribusi seperti koperasi dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan peternak.

Menanggapi persoalan tersebut, Andi Baso Manguntungi memaparkan pengembangan pakan fungsional, yakni pakan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi unggas, tetapi juga dirancang untuk mendukung daya tahan tubuh dan membantu menekan risiko penyakit akibat bakteri patogen.

Pakan yang dikembangkan memanfaatkan bahan seperti jagung, tepung ikan, dan sumber kalsium, dengan tambahan bakteri probiotik. Menurut Andi Baso, Sulawesi Barat memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pakan tersebut, baik dari ketersediaan bahan baku lokal maupun potensi pasar peternakan.

Ia menjelaskan, tim peneliti Unsulbar telah melakukan pengujian terhadap bakteri yang digunakan, termasuk pengujian keamanan dan penerapannya pada ayam. Pengamatan mencakup produktivitas, bobot, kualitas daging, serta sejumlah indikator hematologi dan biokimia darah. Penelitian tersebut juga mengembangkan media perbanyakan bakteri menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti kentang dan cairan gula, untuk mempermudah penerapannya.

Melalui inovasi ini, pakan fungsional diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut agar mudah diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sosialisasi kepada peternak juga menjadi langkah penting untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian di tingkat usaha peternakan.

Pembahasan dalam Resona Saintek Podcast Episode 2 ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menjawab persoalan peternakan. Hilirisasi inovasi pakan berbasis potensi lokal diharapkan dapat mendukung kemandirian peternak, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta memperkuat pengembangan sektor peternakan unggas di Sulawesi Barat.

Bagikan Artikel