Logo Universitas Sulawesi Barat
Beranda › Berita › KOSABANGSA Unsulbar–Untad Dorong Hilirisasi K...

KOSABANGSA Unsulbar–Untad Dorong Hilirisasi Kakao di Majene, dari Olahan Cokelat hingga Pakan dan Pupuk Organik

berita
Humas UNSULBAR
02 November 2026
19 views

Humas Universitas Sulawesi Barat, MAJENE – Potensi kakao di Desa Manyamba, Kabupaten Majene, kini dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA). Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bersama Universitas Tadulako (Untad) menghadirkan inovasi pengolahan kakao dari hulu ke hilir, mulai dari biji menjadi aneka produk cokelat hingga pemanfaatan kulit buah sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

Mengusung tema “Teknologi Tepat Guna Olahan Kakao Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Pendapatan Petani-Peternak di Desa Manyamba Kabupaten Majene”, kegiatan ini berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene. Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2026.


Melalui program ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Manis mendapatkan pelatihan sekaligus dukungan peralatan pengolahan kakao, meliputi mesin fermentor, roaster, kempa, tempering, freezer, mixer, alat ukur kadar air kakao, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah biji kakao menjadi cokelat batang, bubuk cokelat, minuman cokelat, es krim, hingga aneka varian cokelat bernilai jual.


Sementara itu, Kelompok Tani-Ternak (KTT) SIPAKAINGA memperoleh dukungan teknologi berupa mesin penepung, mesin pencacah kotoran kambing, mesin pencacah kulit kakao, mesin pelet, mixer pakan, serta peralatan pendukung lainnya. Bantuan ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kulit kakao menjadi pakan ternak dan pupuk organik melalui penerapan konsep zero waste.


Ketua Tim Pendamping Untad, Prof. Dr. Abdul Rahim, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya menghadirkan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.


Ketua Tim Pelaksana Unsulbar, Ruth Dameria Haloho, S.Pt., M.Si., berharap bantuan teknologi tidak hanya meningkatkan keterampilan kelompok, tetapi juga mendorong lahirnya usaha produktif yang berkelanjutan.


“Kami ingin masyarakat mampu mengolah kakao secara menyeluruh. Biji kakao menghasilkan produk cokelat bernilai ekonomi, sedangkan kulitnya dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan. Dengan dukungan peralatan ini, kedua kelompok diharapkan semakin mandiri dalam mengembangkan usahanya,” jelasnya.


Tim Pelaksana Unsulbar turut melibatkan Andi Sukma Indah, S.Pt., M.Si., dan Dwi Ratna Sari, S.P., M.Si., sedangkan Tim Pendamping Untad melibatkan Prof. Sitti Rahmawati.
Program ini disambut antusias oleh kedua kelompok mitra. Ketua KWT Cantik Manis, Nurdiana, mengapresiasi keterampilan dan fasilitas pengolahan cokelat yang diperoleh karena membuka peluang pengembangan produk lokal yang dapat dipasarkan lebih luas.


Senada dengan itu, Ketua KTT SIPAKAINGA, Hamka, menyampaikan bahwa inovasi pembuatan pakan ternak dan pupuk kompos sangat bermanfaat bagi kelompoknya.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat, KOSABANGSA diharapkan menjadikan Desa Manyamba sebagai contoh pengembangan ekonomi desa berbasis kakao terpadu, yang menghubungkan sektor perkebunan, pengolahan pangan, dan peternakan secara produktif serta ramah lingkungan.

Bagikan Artikel