
Humas Universitas Sulawesi Barat, Majene- Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali mencatat prestasi pada PKM Award 2026 dengan meraih dua penghargaan sekaligus di Klaster IV, yakni Perguruan Tinggi Terproduktif Skema Pendanaan dan Perguruan Tinggi dengan Pembinaan Terbaik melalui live streaming channel Youtube Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Senin, 21 September 2026
Capaian ini melanjutkan prestasi Unsulbar pada PKM Award 2025 sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif di Klaster IV. Tahun ini, capaian tersebut meningkat dengan diraihnya dua penghargaan sekaligus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unsulbar, Dr. Hj. Nur Fitriayu Mandasari, S.E., M.Si., mengaku bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa dan tim PKM Unsulbar.
“Pastinya sangat bangga dan berbahagia karena mencapai hal tersebut tidak mudah. Ini berkat kerja keras tim Pokja PKM, para dosen pendamping, dan anak-anak mahasiswa kita yang hebat dan cerdas,” ujarnya.
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dibangun sejak periode sebelumnya. Menurutnya, dukungan mantan Wakil Rektor III Unsulbar, Jamil Barambangi, terhadap mahasiswa menjadi salah satu bagian dari proses yang terus dilanjutkan.
“Kita akan terus lanjutkan best practice-nya di masa yang akan datang dan tentunya kita tingkatkan lagi,” katanya.
Ketua PKM Unsulbar, Haeruddin Hafid, S.E., M.Si., menjelaskan penghargaan yang diraih menjadi bentuk pengakuan terhadap proses pembinaan PKM yang dilakukan secara bersama di lingkungan Unsulbar.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang capaian, tetapi merupakan bentuk pengakuan terhadap proses pembinaan PKM yang selama ini kita bangun bersama di Universitas Sulawesi Barat,” jelasnya.
Menurut Haeruddin, penghargaan Terproduktif Skema Pendanaan menunjukkan produktivitas Unsulbar dalam menghasilkan proposal PKM yang berhasil mendapatkan pendanaan. Sementara Pembinaan Terbaik berkaitan dengan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari sosialisasi, penjaringan ide, penyusunan proposal, pendampingan dosen, review internal hingga evaluasi.
Pada 2026, sebanyak 7 proposal PKM Unsulbar berhasil memperoleh pendanaan, ditambah 1 proposal pada skema insentif.
“Yang paling penting bukan hanya jumlah proposal yang didanai, tetapi bagaimana memastikan kualitas program yang dijalankan mahasiswa semakin baik,” ujarnya.
Haeruddin menuturkan, pembinaan PKM Unsulbar dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, Pokja PKM dan tim kemahasiswaan. Mahasiswa didorong untuk berani mengembangkan gagasan, melakukan riset, menciptakan inovasi serta menawarkan solusi terhadap persoalan di masyarakat.
Peran dosen pendamping dinilai sangat penting dalam mempertajam gagasan mahasiswa agar lebih inovatif, realistis dan sesuai dengan ketentuan PKM.
“Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi dan konsistensi seluruh unsur di UNSULBAR,” katanya.
Setelah capaian tersebut, Unsulbar kini fokus memastikan seluruh tim yang memperoleh pendanaan dapat menjalankan program secara maksimal. Unsulbar juga menargetkan tim terbaik dapat melangkah hingga (Pekan Ilmiah Nasional) PIMNAS 2026
Sementara untuk tahun berikutnya, Unsulbar akan memasuki Klaster III, sehingga peluang dan kuota pengajuan proposal PKM akan semakin besar.
“Target jangka panjang kami adalah menjadikan PKM sebagai budaya akademik dan budaya prestasi mahasiswa UNSULBAR, bukan sekadar kegiatan tahunan,” pungkas Haeruddin.
Ia mengajak mahasiswa Unsulbar untuk tidak takut mengikuti PKM dan berani mengembangkan gagasan yang dimiliki.
