
Humas Universitas Sulawesi Barat, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) berhasil meraih pendanaan Program Diaspora Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui surat pengumuman yang dikeluarkan, Jumat 24 Juli 2026.
Capaian ini menjadi langkah strategis bagi Unsulbar dalam memperkuat kapasitas riset, publikasi internasional, serta jejaring kolaborasi global
Program Diaspora Berdampak merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas riset perguruan tinggi melalui keterlibatan peneliti diaspora Indonesia yang berkarier di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri di berbagai negara
Melalui program ini, para diaspora berkolaborasi dengan dosen dan peneliti di Indonesia guna menghasilkan penelitian yang relevan, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tahun ini, Program Diaspora Berdampak mendapat antusiasme tinggi dengan total 608 proposal yang diajukan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Hasilnya, pemerintah menetapkan 119 peneliti diaspora dari 31 negara sebagai penerima pendanaan pada batch pertama.
Salah satu proposal yang dinyatakan lolos adalah U-REACH (UNSULBAR Research Acceleration and Collaboration Hub) yang diusulkan tim dosen Universitas Sulawesi Barat, yakni Hilman Qudratuddarsi, M.Ed., Nor Indriyanti, S.Pd., M.Pd., Eli Meivawati, M.Pd., Dr. A. Baso Manguntungi, S.Si., M.Si., serta Dr. Ir. Adam M. Taniewa, S.Kom., M.M., M.T.
Dalam pelaksanaannya, program ini menggandeng diaspora Indonesia Dr. Riyan Hidayat, putra daerah asal Riau yang saat ini menjabat sebagai Senior Lecturer di Department of Science and Technical Education Studies, Universiti Putra Malaysia (UPM)

Program U-REACH dirancang untuk memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kualitas publikasi internasional, dan memperluas kolaborasi global dosen Universitas Sulawesi Barat melalui pendekatan yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sasaran utama program ini adalah dosen Unsulbar dari berbagai fakultas dan program studi, khususnya dosen muda maupun dosen yang tengah mengembangkan kapasitas penelitian dan publikasi ilmiah internasional.
Melalui rangkaian Webinar Series Penguatan Kapasitas Riset dan Publikasi Akademik, Program Utama Diaspora Berdampak, serta Sustainability Program, peserta akan memperoleh penguatan kompetensi dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen referensi, bibliometrik, systematic literature review, metodologi penelitian, pengembangan instrumen, analisis data, penulisan artikel ilmiah (academic writing), etika publikasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk penelitian, penyusunan proposal hibah internasional, hingga pengembangan jejaring kolaborasi riset tingkat global.
Kehadiran Dr. Riyan Hidayat diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat peningkatan kapasitas penelitian dosen Unsulbar. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendukung penyusunan roadmap riset institusi, meningkatkan daya saing proposal hibah kompetitif, serta membangun jejaring kolaborasi penelitian internasional yang berkelanjutan.
Keberhasilan memperoleh pendanaan Program Diaspora Berdampak menjadi bukti komitmen Universitas Sulawesi Barat dalam mendukung penguatan ekosistem riset yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global

Melalui kolaborasi dengan diaspora Indonesia yang memiliki pengalaman internasional, Unsulbar optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.