
Humas Universitas Sulawesi Barat, Majene – Desa Onang, Kabupaten Majene, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) pada Sabtu, 5 Juli 2026. Mengusung tema Pelatihan Pengukuran dan Pemantauan Tumbuh Kembang serta Deteksi Dini Risiko Stunting, yang diikuti ibu kader Posyandu dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setempat
Di ketuai Diesna Sari, S.Gz., M.Kes., dosen Program Studi Gizi Unsulbar, yang menilai pentingnya penguatan kapasitas kader dan pendidik PAUD dalam mendeteksi masalah gizi anak sejak usia dini. Pelatihan ini menyasar kader dan guru PAUD karena keduanya merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan anak dan orang tua di tingkat masyarakat
Materi pelatihan disampaikan Irfan, S.Gz., tenaga gizi yang berpengalaman dalam bidang pemantauan status gizi anak. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis mengenai cara pengukuran antropometri yang benar, meliputi pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala anak, sesuai standar yang ditetapkan
Selain praktik pengukuran, peserta juga dilatih untuk membaca dan menginterpretasikan hasil pengukuran menggunakan kurva pertumbuhan, sehingga mampu mengidentifikasi secara dini tanda-tanda risiko stunting maupun gangguan tumbuh kembang lainnya pada anak. Dengan kemampuan ini, kader dan guru PAUD diharapkan dapat segera merujuk anak yang menunjukkan indikasi masalah gizi kepada tenaga kesehatan untuk penanganan lebih lanjut
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Posyandu Holistik Terintegrasi, yakni layanan Posyandu yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan semata, tetapi juga mengintegrasikan layanan pendidikan anak usia dini, pengasuhan, dan perlindungan anak secara menyeluruh. Sinergi antara kader Posyandu dan guru PAUD dinilai menjadi kunci keberhasilan pendekatan holistik tersebut, mengingat kedua pihak sama-sama berperan dalam memantau tumbuh kembang anak dari sisi kesehatan maupun stimulasi perkembangan
Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik saat pemaparan materi maupun praktik langsung menggunakan alat ukur antropometri. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai kendala yang selama ini dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan alat ukur dan minimnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin
Diesna Sari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di masyarakat
“Kader Posyandu dan guru PAUD adalah ujung tombak dalam pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka semakin terampil dalam melakukan pengukuran yang akurat dan mampu mendeteksi risiko stunting sejak dini, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Diesna.
Kegiatan PKM yang berlangsung di Desa Onang ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat setempat, khususnya dalam memperkuat sistem deteksi dini gizi anak di tingkat komunitas. Ke depan, pendampingan serupa akan terus dilakukan sebagagai bagian dari komitmen Unsulbar dalam mendukung program pencegahan stunting dan peningkatan kualitas tumbuh kembang anak Indonesia.